Minggu, 21 September 2014

Cinta ?

Cinta,, hanya lima huruf tapi maknanya rumit dan dampaknya begitu besar... aku sesungguhnya belum siap dengan ini.. aku menyukainya,, mungkin iyaa... tapi apakah aku mencintainya sampai saat ini aku tidak tahu... terlalu banyak kebingungan yang aku alami saat ini.. tentang rasa yang sampai saat ini tak terejawantahkan... aku sampai dipersimpangan ku.. memilih untuk mengikuti arah mata angin menuntun jalan atau berbalik arah untuk kembali ke jalan ku dulu.. sejujurnya aku ingin kembali saja ke tempatku yang dulu,, tempat yang aman dengan kesendirian ku.. mengerjakan apapun sendirian,, tanpa harus cengeng meminta pada Tuhan untuk mendatangkan seorang imam untuk memenuhi kebutuhan ku,, kebutuhan bathinku... tapi aku ingin tahu,, apa yang telah disediakan tuhan diujung perjalananku.. entah,, apa yang seharusnya aku lakukan... 

Rabu, 17 September 2014

05.51

Bangun subuh sepertinya sudah menjadi kebiasaan sekarang, menyapa Tuhan di pagi hari juga... Tapi hari ini ada rasa kecewa di hatiku,, aku ingin menyapa Tuhan bersama,, tapi ternyata tidak disambut dengan baik.. Beliau berkata "duluan saja..".. Betapa kata-kata itu terdengar menyakitkan,, harusnya kita dapat menyapa Tuhan bersama bukan.. Bukankah pahalanya akan lebih besar..?? Kadang aku bingung,, siapa yang atas keadaan ini.. aku hanya ingin memelihara hatiku,, hatiku butuh berbagi... Aku Rindu,, iyaa Aku rindu imamku...

Rabu, 23 April 2014

Rindu

Aku mencintaimu, iya..
Aku mengagumimu, benar..
Aku mengakuinya, bahkan sangat mengakuinya..
Awal memang sulit menerima..
Seorang laki-laki seperti dirimu dapat merasuki hatiku..
Seorang laki-laki seperti dirimu berhasil merusak logikaku..
Harus apa dan harus bagaimana aku ini..?
kau dan aku jelas sangat jauh..
Tak layak aku membiarkan rindu ini..
Tapi apa daya diriku..
Aku memang seperti ini,, memujamu dalam sudut diam..
Aku lebih memilih diam, karena memang diam itu teman sejati rinduku padamu..
Kadang memori menghempas aku pada suara mu sekitar 13 tahun lalu..
Lewat udara, iya lewat transmiter udara suaramu ku kenali..
Suaramu akrab di telingaku..
Sayangnya, aku bertemu dirimu..
Entah kebetulan atau,  entahlah..
Ketika getar aneh itu kembali ku rasakan, aku kebingungan..
Bingung, bagaimana aku harus bersikap..?
diam, itu adalah jawab..
Aku merindumu, iya..
Aku mencintaimu, Benar..
Aku hanya menunggu Tuhan membuka jalannya..
Itu saja..

Minggu, 30 Maret 2014

untittled

Tuan, bagaimana kabarmu..? Apakah benar kau sedang sakit seperti PM Bbm mu itu.. Apa yang kau rasakan tuan..? Apakah terkadang ditengah rasa sakit yang kau rasakan di tubuhmu kau jadi merasa sendiri dan tidak ada yang mengurusi..? Apakah kau merindukan sentuhan hangat tangan dan jari jemari seorang wanita keibuan untuk sekedar meredakan sakit tubuh mu..? Bagaimana dengan pelukan hangat dari wanita yang menjadi muhrim mu untuk sekedar meredakan rasa gelisahmu, tuan apakah kau membutuhkannya..??
Yaa, aku disini dalam diam ku.. mencintaimu, mengkhawatirkan keadaan mu.. Berusaha mengais serpihan kecil petunjuk tentang dirimu.. Mungkin saja aku keterlaluan membiarkan perasaan ini membabi buta... Aku bermimpi untuk dapat bersanding denganmu, Apakah aku keterlaluan untuk mimpi itu..? Kalau seumpama mimpi itu keterlaluan aku minta maaf..
Bagaimana aku bisa memulai Tuan, memang benar cinta itu terkadang keterlaluan.. Saat logika ku tak dapat mencerna saripati cintaku untuk mu.. Logika ku menolak Tuan.. Menolak untuk mencari jalan untuk cinta yang ku rasakan padamu.. Katanya, Mana mungkin seorang aku dapat beroleh Cintamu tuan, mana bisa..?

Kamis, 28 November 2013

CURHAT

Bbm dari seorang teman smp tiga bulan lalu sebenernya ga terlalu gue pikirin. Emang sih di bbmnya dia ke gue awalnya yaa nanyain kabar, ehh ujung-ujungnya malah ngomongin masalah jodoh, fiuhhh.. Iya, dia ngomongin masalah jodoh. Macem-macem nanya kaya' wartawan. Gue emang bilang yang sebenernya lah kalo gue belom ada deket sama cowok lagi, belom punya pacar lagi. Ehh, dia malah nyuruh gue pake buka pintu hati, padahal gue udah buka pintu hati, di depan pintu udah gue bikin bander yang tulisannya "wiluejeng sumping" cowoknya aja yang belom ada yang mau masuk, emang salah gue gitu..?! Di akhir bbm dia sama gue dia bilang kalo dia mau nikah.
Percakapan via bbm itu kejadian sekitar 3 bulan yang lalu. Nah, besok itu dia mau nikah. Gue bakalan dateng, datengnya ditemenin adek gue sama nyokap, emang sekalian ada urusan dulu baru sekalian malemnya ke resepsi nikah temen gue itu. Yang jadi masalah bukan karena temen gue nikah, yaa kalo itu mah gue juga tau masalah jodoh orang udah ketemu mah yaa muaranya pasti pernikahan kan. Cuma emang gue juga ga mau munafik. Awalnya emang gue biasa aja, hanya saja belakangan ini entah mengapa ada virus menikah berbondong-bondong. Banyak banget yang nikah dan merencanakan pernikahan. Gue seneng mereka nikah cuma emang ada rasa ngiri juga. Kalo dianalogiin itu perasaan gue kaya' mahasiswa tingkat akhir yang temen-temennya udah pada sidang dan wisuda, lah gue skripsi aja belom bikin, jauh aje mikir wisuda. Yah, gue juga bingung buat nentuin apa yang mesti gue lakuin, lah emang yang namanya jodoh itu rahasia Tuhan. Jalanin aja kehidupan, semoga ga kelamaan yaa jodoh yang out of know wherenya ketemu..
Sekian,, mari makan siang...

Rabu, 27 November 2013

23.30

Yaa,, dalam kamar redup ini aku sedang sendiri.. memikirkan hal-hal tak tentu arah.. mereka-reka kisah yang mungkin akan aku rasakan bersama mu.. mereka-reka harum tubuh mu,, membayangkan hangat rengkuh tangan mu.. bercengkrama berdua disela hari.. berbagi kisah berdua tentang sedih yang dilewati dan bahagia yang kita gapai.. menerima mu tanpa syarat dan menjaga kisah cinta kita sampai habis waktu ku di dunia..
Yaa,, memang itulah khayalan gila ku,, menghabiskan sisa umurku dengan memcintaimu.. membangun keluarga sederhana nan bahagia bersama anak-anak kita nanti.. hanya mimpikah..? Entahlah,, aku tak pernah mengerti jalan takdir Tuhan..
Yang aku tahu usia kita jauh berbeda.. yang aku tahu kamu bergaul dengan banyak wanita,, cantik pasti penuh gairah sosialita.. kamu dengan pembawaanmu itu pasti membawa desir dingin rasa pada beberapa wanita,, bukan hanya aku yang merasa..
Lantas bagaimana dengan aku yang 'hanya' mengandalkan rasa cintaku.. aku tidak secantik wanita-wanita itu.. aku seorang wanita yang hanya ingin memberi cinta setulusnya,, itu saja..

Minggu, 24 November 2013

Setelah satu tahun berlalu

Satu tahun berlalu setelah hari terakhir aku bertemu dirinya dikampus aku belajar dan dirinya menjadi pengajarnya. Satu tahun berlalu setelah pengunduran dirinya  pada hari jum'at di bulan september tahun lalu yang entah tanggal berapa..
Satu tahun berjalan tanpa ada lagi cerita yang teruntai seperti biasa aku menceritakan dirinya pada teman-temanku. Iya, setahun ini ku kira aku telah berhasil membuat dirinya bernilai biasa saja dimataku..
Ternyata hal itu salah, pada kenyataannya dipertemuan yang hanya terjadi beberapa menit saja dapat membuat perasaan tidak seharusnya itu muncul kembali. Perasaan yang berhasil dengan semena-mena mengacaukan pikiranku, rasa dingin yang menjalari sekujur tubuhku karena tangan yang bertemu saat dirinya dan aku bersalaman juga pada akhir berhasil membuat suatu sistem tak wajar yang membangkitkan hormon-hormon yang tak seharusnya bangkit.
Kadang aku bertanya, mengapa harus aku dipertemukan kembali pada dirinya yaa Tuhan..? Aku tidak pernah meminta atau mengupayakan apapun. Bahkan aku selalu ingin menghindarinya, iyaa menghindarinya. Bukan karena aku membencinya atau aku tidak menyukainya, tetapi karena memang setiap bertemu dengannya ada perasaan tidak wajar yang aku rasakan. Aku hanya ingin tahu diri, itu saja. Menyadari sesadar-sadarnya bahwa secara logika bisa bersamanya adalah suatu hal yang hampir tidak mungkin.
Hanya saja setelah pertemuan di pesta pernikahan temanku, aku hanya dapat mengakui perasaan bahwa memang menyukainya, menggilainya, terpukau padanya atau mencintainya..?? Entahlah..