Bbm dari seorang teman smp tiga bulan lalu sebenernya ga terlalu gue pikirin. Emang sih di bbmnya dia ke gue awalnya yaa nanyain kabar, ehh ujung-ujungnya malah ngomongin masalah jodoh, fiuhhh.. Iya, dia ngomongin masalah jodoh. Macem-macem nanya kaya' wartawan. Gue emang bilang yang sebenernya lah kalo gue belom ada deket sama cowok lagi, belom punya pacar lagi. Ehh, dia malah nyuruh gue pake buka pintu hati, padahal gue udah buka pintu hati, di depan pintu udah gue bikin bander yang tulisannya "wiluejeng sumping" cowoknya aja yang belom ada yang mau masuk, emang salah gue gitu..?! Di akhir bbm dia sama gue dia bilang kalo dia mau nikah.
Percakapan via bbm itu kejadian sekitar 3 bulan yang lalu. Nah, besok itu dia mau nikah. Gue bakalan dateng, datengnya ditemenin adek gue sama nyokap, emang sekalian ada urusan dulu baru sekalian malemnya ke resepsi nikah temen gue itu. Yang jadi masalah bukan karena temen gue nikah, yaa kalo itu mah gue juga tau masalah jodoh orang udah ketemu mah yaa muaranya pasti pernikahan kan. Cuma emang gue juga ga mau munafik. Awalnya emang gue biasa aja, hanya saja belakangan ini entah mengapa ada virus menikah berbondong-bondong. Banyak banget yang nikah dan merencanakan pernikahan. Gue seneng mereka nikah cuma emang ada rasa ngiri juga. Kalo dianalogiin itu perasaan gue kaya' mahasiswa tingkat akhir yang temen-temennya udah pada sidang dan wisuda, lah gue skripsi aja belom bikin, jauh aje mikir wisuda. Yah, gue juga bingung buat nentuin apa yang mesti gue lakuin, lah emang yang namanya jodoh itu rahasia Tuhan. Jalanin aja kehidupan, semoga ga kelamaan yaa jodoh yang out of know wherenya ketemu..
Sekian,, mari makan siang...
Kamis, 28 November 2013
CURHAT
Rabu, 27 November 2013
23.30
Yaa,, dalam kamar redup ini aku sedang sendiri.. memikirkan hal-hal tak tentu arah.. mereka-reka kisah yang mungkin akan aku rasakan bersama mu.. mereka-reka harum tubuh mu,, membayangkan hangat rengkuh tangan mu.. bercengkrama berdua disela hari.. berbagi kisah berdua tentang sedih yang dilewati dan bahagia yang kita gapai.. menerima mu tanpa syarat dan menjaga kisah cinta kita sampai habis waktu ku di dunia..
Yaa,, memang itulah khayalan gila ku,, menghabiskan sisa umurku dengan memcintaimu.. membangun keluarga sederhana nan bahagia bersama anak-anak kita nanti.. hanya mimpikah..? Entahlah,, aku tak pernah mengerti jalan takdir Tuhan..
Yang aku tahu usia kita jauh berbeda.. yang aku tahu kamu bergaul dengan banyak wanita,, cantik pasti penuh gairah sosialita.. kamu dengan pembawaanmu itu pasti membawa desir dingin rasa pada beberapa wanita,, bukan hanya aku yang merasa..
Lantas bagaimana dengan aku yang 'hanya' mengandalkan rasa cintaku.. aku tidak secantik wanita-wanita itu.. aku seorang wanita yang hanya ingin memberi cinta setulusnya,, itu saja..
Minggu, 24 November 2013
Setelah satu tahun berlalu
Satu tahun berlalu setelah hari terakhir aku bertemu dirinya dikampus aku belajar dan dirinya menjadi pengajarnya. Satu tahun berlalu setelah pengunduran dirinya pada hari jum'at di bulan september tahun lalu yang entah tanggal berapa..
Satu tahun berjalan tanpa ada lagi cerita yang teruntai seperti biasa aku menceritakan dirinya pada teman-temanku. Iya, setahun ini ku kira aku telah berhasil membuat dirinya bernilai biasa saja dimataku..
Ternyata hal itu salah, pada kenyataannya dipertemuan yang hanya terjadi beberapa menit saja dapat membuat perasaan tidak seharusnya itu muncul kembali. Perasaan yang berhasil dengan semena-mena mengacaukan pikiranku, rasa dingin yang menjalari sekujur tubuhku karena tangan yang bertemu saat dirinya dan aku bersalaman juga pada akhir berhasil membuat suatu sistem tak wajar yang membangkitkan hormon-hormon yang tak seharusnya bangkit.
Kadang aku bertanya, mengapa harus aku dipertemukan kembali pada dirinya yaa Tuhan..? Aku tidak pernah meminta atau mengupayakan apapun. Bahkan aku selalu ingin menghindarinya, iyaa menghindarinya. Bukan karena aku membencinya atau aku tidak menyukainya, tetapi karena memang setiap bertemu dengannya ada perasaan tidak wajar yang aku rasakan. Aku hanya ingin tahu diri, itu saja. Menyadari sesadar-sadarnya bahwa secara logika bisa bersamanya adalah suatu hal yang hampir tidak mungkin.
Hanya saja setelah pertemuan di pesta pernikahan temanku, aku hanya dapat mengakui perasaan bahwa memang menyukainya, menggilainya, terpukau padanya atau mencintainya..?? Entahlah..